Follow This Blog

Desain Rumah Bambu

Bambu adalah bahan bangunan yang dapat diperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Dari sekitar 1.250 jenis bambu di dunia, 140 jenis atau 11% nya adalah spesies asli Indonesia. di Indonesia sudah lama memanfaatkan bambu untuk bangunan rumah, perabotan, alat pertanian, kerajinan, alat musik, dan makanan. Namun, bambu belum menjadi prioritas pengembangan dan masih dilihat sebagai "bahan milik kaum miskin yang cepat rusak"..

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

dunia ini bagai selembar kertas putih, memerlukan warna-warni yang indah.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 05 April 2010

Harmonisasi ruang dengan wallpaper dan cat















Seperti halnya lantai dan plafon, dinding juga merupakan komponen penting interior yang sangat mempengaruhi pembentukan ruangan-ruangan di dalam rumah. Dinding yang di-finishing dengan memperhatikan harmonisasi warna, motif, dan tekstur dapat menghadirkan keindahan dan kenyamanan ke dalam setiap ruangan di rumah Anda. Finishing dinding dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pengecatan dan pemasangan wallpaper, ataupun kombinasi keduanya.

Cat Interior

Ada berbagai nuansa dan tekstur permukaan yang dapat ditimbukan dengan pengecatan. Khusus pengecatan interior ada beragam jenis cat untuk hasil akhir berbeda, diantaranya:

1. Matte Finish

Cat ini digunakan untuk hasil akhir yang halus, mulus, dan tidak mengkilat. Cat jenis ini juga sangat baik untuk menutupi permukaan dinding yang sedikit kasar karena bahannya tidak memantulkan cahaya. Jenis cat ini juga mudah terhapus oleh air sehingga tidak cocok untuk ruangan yang sering terkena air atau harus sering dibersihkan.

2. Matte Enamel

Cat jenis ini memberikan hasil akhir yang sama dengan matte finish hanya saja kandungan bahan enamel membuatnya lebih kuat sehingga dapat lebih sering dibersihkan.

3. Eggshell Finish

Cat jenis ini memberikan hasil akhir seperti cangkang telur, dimana permukaan yang dihasilkan halus dengan sangat sedikit kilauan.

4. Satin Finish

Satin finish ideal untuk diaplikasikan pada dinding kamar mandi, dapur, atau kamar anak-anak karena jenis cat ini tahan air, kotoran dan mudah dibersihkan namun tetap memberi hasil akhir yang sangat halus, lembut, dan sedikit mengkilap seperti beludru.

5. Semi Gloss

Cat semi gloss sangat cocok digunakan pada kusen, pintu, dan jendela karena permukaan yang dihasilkannya sedikit mengkilap sehingga mudah dibersihkan, sedikit menonjol tetapi tidak berkilauan.

Wallpaper

Bila Anda tertarik ingin dinding yang bercorak dan bertekstur, maka wallpaper mungkin adalah pilihan penutup dinding yang tepat. Wallpaper tersedia dalam berbagai pilihan warna, corak, dan tekstur. Biasanya corak wallpaper dibagi ke dalam berbagai tema seperti bunga-bungaan, classic, country, atau tema anak-anak.

Wallpaper dapat digunakan untuk menutup dinding secara keseluruhan ataupun sebagian saja, wallpaper juga dapat digunakan sebagai aksen saja pada dinding yang telah di cat. Dalam memilih corak, pastikan Anda mempertimbangkan corak lantai dan mungkin juga plafon agar tidak saling bertabrakan.

Sebelum memasang wallpaper, Anda perlu membersihkan permukaan dinding dari debu dan kotoran. Selain itu, Anda juga perlu membersihkan dinding dari lapisan cat. Untuk dinding baru, Anda harus memastikan terlebih dahulu, apakah dinding sudah dalam keadaan benar-benar kering. Pengeleman wallpaper juga harus merata. Jika tidak, wallpaper tidak akan rapi dan menggelembung. Jika ingin mengganti wallpaper lama dengan yang baru, jangan menumpuknya. Anda harus terlebih dahulu melepaskan wallpaper lama, kemudian menggantinya dengan yang baru.

Perawatan wallpaper cukup gampang, untuk yang berbahan vinyl cukup dibersihkan dengan lap basah atau dapat disikat jika ada noda membandel, untuk yang berbahan kertas Anda dapat membersihkannya dengan lap kering atau vacuum cleaner.

Selain dengan metode yang paling umum seperti pengecatan dan wallpaper, dinding juga dapat ditutup dengan karpet, kayu, kain, dan berbagai macam pilihan bahan lain yang dapat Anda konsultasikan dengan desainer interior Anda. Apapun warna, motif, dan tekstur yang Anda inginkan, pastikan Anda memilih bahan penutup dinding yang sesuai dengan desain dan fungsi ruangnya, serta ketersediaan waktu dan ketelatenan Anda dalam membersihkan dan merawatnya agar keindahan ruangan Anda tidak menjadi beban.

Selamat mencoba ya...!

Minggu, 04 April 2010

Memperindah fasade dengan batu alam






FASADE merupakan elemen utama dalam tampilan bangunan. Memiliki fasade bangunan yang mudah dikenali akan mendatangkan kemudahan tamu atau pengunjung. Keuntungan memiliki fasade yang mudah dikenali tidak akan merepotkan siapa saja yang hendak mengujungi suatu rumah.

Perhatian masyarakat terhadap fasade kian meningkat. Hal itu terlihat dari banyaknya variasi fasade yang ada. Mulai dari bentuk kotak, memanjang, atau meninggi, muncul dengan permukaan bertekstur dalam gradasi yang menonjol maupun warna yang mencolok.

Tidak hanya itu, material yang digunakan pun kini tak lagi menggunakan kayu saja, tetapi mulai merambah ke beberapa material. Padahal, bangunan dulu sangat menghindari material yang menggunakan gaya pabrikasi seperti aluminium maupun batu gunung. Perpaduan tersebut tentu menambah tampilan yang berbeda pada fasade rumah jika dibandingkan dengan penampilan rumah zaman dulu.

Lantaran fungsinya yang menjadi perhatian dari bentuk luar rumah, fasade mulai eksplorasi dengan berbagai bahan material. Tampilan bangunan yang menjulang tinggi di bagian depan kerap mendapat sentuhan dari berbagai material bangunan.

Pengunaan batu alam menampilkan sentuhan berbeda pada bagian depan rumah. Sifatnya lebih menonjol dan dominan dengan warna hitam yang alami. Batu alam ini berfungsi sebagai penyelesaian bidang fasade dengan tekstur yang menonjol.

Anda mau mencoba..?

Tangga, jenis dan fungsinya




Tangga merupakan salah satu bagian dari bangunan yang berfungsi sebagai penghubung antara lantai pada bangunan bertingkat .
Syarat-syarat umum tangga ditinjau dari segi :

Penempatan
• diusahakan sehemat mungkin menggunakan ruangan
• mudah ditemukan oleh semua orang
• mendapat cahaya matahari pada waktu siang
• tidak menggangu lalu lintas orang banyak

Kekuatan
• kokoh dan stabil bila dilalui orang dan barang sesuai dengan perencanaan

Bentuknya
• sederhana, layak, sehingga mudah dan cepat pengerjaannya serta murah biayanya.
• Rapih, indah, serasi dengan keadaan sekitar tangga itu sendiri.


Dari segi penggunaan bahan, tangga terbagi atas :

1. Konstruksi tangga kayu,
untuk bangunan sederhana dan semi permanen. Pertimbangan : material kayu ringan, mudah didapat serta menambahkan segi estetika yang tinggi bila diisi dengan variasi profil dan difinishing dengan rapi. Kelemahan : tidak dapat dilalui oleh beban-beban yang berat, lebarnya terbatas, memiliki sifat lentur yang tinggi serta konstruksi tangga kayu tidak cocok ditempatkan di ruang terbuka karena kayu mudah lapuk jika terkena panas dan cahaya.

2. Konstruksi tangga baja
Biasanya digunakan pada bangunan yang sebagian besar komponen-komponen strukturnya terdiri dari material baja. Tangga ini digunakan pada bangunan semi permanen seperti bangunan peruntukan bengkel, bangunan gudang, dan lain-lain. Tangga ini kurang cocok untuk bangunan dekat pantai karena pengaruh garam akan mempercepat proses karat begitupun bila ditempatkan terbuka akan menambah biaya perawatan.

3. Konstruksi tangga beton
Sampai sekarang banyak digunakan pada bangunan bertingkat 2 (dua) atau lebih dan bersifat permanent seperti peruntukan kantor, rumah tinggal, pertokoan.

4. Konstruksi tangga batu/bata


Konstruksi ini mulai jarang digunakan karena sudah ketinggalan dalam bentuk, kekuatan, efisiensi pembuatannya, dana sangat terbatas dalam penempatannya.


Pada gedung ini material tangga yang digunakan menggunakan konstruksi tangga beton.
Adapun bentuk-bentuk tangga yaitu sebagai berikut :

1. Tangga tusuk lurus, kedua boomnya lurus serta sejajar. Semua trade bentuknya sama lebar dan terletak siku pada boom.

2. Tangga tusuk miring, kedua boomnya lurus serta sejajar. Semua trade sama lebar dan terletak miring pada boom.

3. Tangga membilut, kedua boom ada yang lurus dan ada yang melengkung. Semua trade tidak sama lebar serta menyempit pada salah satu sisi, jadi berbentuk trapezium.

4. Tangga dengan seperempatan, penghematan yang lebih besar akan ruangan, bisa berbentuk putaran ¼ lingkaran, bentuk trade-trade sebagai segitiga.

5. Tangga bordes, mempunyai lebih dari 20 buah trade, pada pertengahan tingginya dibuat suatu dataran horizontal, yang dinamai bordes.

6. Tangga berbentuk U dengan menggunakan bordes.

Sabtu, 03 April 2010

Rumah aman dan indah dengan teralis




Sebagai tindakan pengamanan untuk mencegah pencurian, biasanya pada bagian-bagian rumah yang rentan kebobolan seperti pintu atau jendela kaca dipasang teralis.
Teralis hadir dengan beragam jenis material. Yang umum kita tahu adalah teralis metal. Namun, ada teralis yang terbuat dari bahan material lain seperti kayu, vinyl, plastik, atau akrilik.

Untuk perlindungan maksimal tentu saja material yang paling sering dipakai adalah teralis metal. Bahan metal yang umumnya digunakan untuk teralis adalah besi tempa, baja, dan aluminium. Teralis besi tempa paling sering digunakan karena lebih murah dari teralis baja dan lebih kuat dari teralis aluminium.

Karena fungsi utamanya sebagai pengaman seringkali bentuk teralis yang digunakan menimbulkan kesan seperti penjara. Padahal ada banyak sekali model dan finishing pada teralis yang dapat disesuaikan dengan desain bangunan. Untuk desain rumah klasik atau art deco misalnya, teralis dapat dibuat dengan profil organik yang meliuk-liuk dan disepuh dengan warna rusty atau keemasan. Sedangkan untuk desain rumah minimalis, teralis dapat dibuat dengan profil yang lebih sederhana seperti garis-garis horizontal dan vertikal, ataupun bentuk-bentuk geometris seperti bujur sangkar, persegi panjang, atau bahkan lingkaran dengan finishing cat dop monokromatik.

Kamis, 01 April 2010

Rumah ekologis



MEMAKSIMALKAN PERAN TUMBUHAN

EKOLOGI merupakan ilmu yang mempelajari tentang lingkungan. Sekarang ekologi tidak hanya sebatas ilmu tentang lingkungan tetapi juga berkembang menjadi ilmu yang mempelajari hubungan sebab akibat antara manusia dengan lingkungannya. Interaksi keduanya membuat siklus kehidupan yang saling berdampingan dan berkesinambungan.

Rumah yang merupakan tempat kita tinggal merupakan bagian dari lingkungan yang harus kita jaga dan lestarikan. Tugas kita bersama untuk mewujudkan lingkungan yang asri tersebut, salah satunya membuat bangunan rumah tinggal yang berkonsep ekologis. rumah yang demikian pada dasarnya memperhatikan sumber daya alam sebagai kesatuan dari lingkungan yang akan dibentuk.

Istilah green design, ecological design, sustainable design memang harus dikedepankan, meskipun banyak yang masih salah mengartikan istilah-istilah tadi dalam dunia arsitektur. Namun istilah-istilah tersebut bukan hanya "gaya-gayaan", tetapi istilah-istilah tersebut memuat sebuah konsep yang mengarah kepada hubungan antara manusia, bangunan dan lingkungan yang saling bersinergi. Desain yang tepat serta memperhatikan iklim dan lingkungan setempat akan menghasilkan sebuah desain rumah tinggal akan memberikan kenyamanan dan peningkatan kualitas hidup bagi penghuninya.


Rumah berkonsep ekologis tidak lepas dari peran tumbuhan hijau sebagai sebagai alat produksi oksigen. Oksigen membuat udara menjadi lebih sejuk. Tumbuhan memberikan keteduhan alami, mengurangi kebisingan dan mengurangi debu. Tumbuhan hijau juga dapat dimaksimalkan penempatannya, seperti di atap dan dinding bangunan, sehingga lingkungan mikro menjadi lebih sejuk, nyaman dan segar.


Selain hal di atas untuk mewujudkan sebuah rumah dengan konsep ekologis ada empat aspek yang harus diperhatikan yaitu ; energi, air, material dan kesehatan.

ENERGI
Energi sebagai sumber daya vital bagi keberlangsungan hidup manusia. Selama ini kita mengenal listrik sebagai sumber tak tergantikan untuk menghidupkan lampu, menyalakan AC, menonton TV dan lain-lain. Kini kita harus berhemat dan menggantikan sumber energi itu dengan sumber energi yang baru, seperti solar photo voltaic yang menghimpun panas matahari menjadi energi listrik. Selain itu, memaksimalkan pengudaraan alami dengan rancangan ventilasi silang, pengunaan void, dan ventilasi yang benar serta tritisan lebar untuk menangkal panas matahari langsung. Semua itu dapat mengurangi penggunaan lampu dan AC, sehingga dapat mengurangi penggunaan energi listrik.

AIR
Air sebagai sumber daya penunjang kualitas hidup manusia. Kita harus mulai memahami istilah reduce, reuse dan recycle. Ketiga istilah itu bisa diterapkan untuk menangani masalah air untuk rumah tinggal kita. Mengurangi penggunaan air berlebih serta menggunakan limbah air bekas mandi dan cuci dengan proses daur untuk digunakan kembali sebagai air untuk menyiram tanaman dan mencuci mobil.

MATERIAL
Modifikasi material yang telah usang menjadi suatu barang yang bisa dimanfaatkan adalah langkah yang baik. Redusi material dan penggunaan material lokal juga dapat mengurangi penggunaan energi berlebih dari transportasi yang digunakan.

KESEHATAN
Penghuni rumah tidak boleh sedikit pun terkena dampak yang merugikan bagi kesehatan penguninya. Energi, air dan material harus bebas racun dan limbah yang berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungannya. Pemilihan jenis finishing yang non toxic serta penanganan limbah cair dan sampah dengan tepat akan berdampak positif bagi kesehatan

Keempat aspek di atas kini harus menjadi acuan kita dalam membangun, menghuni sampai proses renovasi rumah. Dengan penerapan desain yang berbasis ekologis, kita dan rumah kita dapat berperan dalam memperpanjang kelangsungan hidup bumi dan seisinya. (by)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More