Follow This Blog

Desain Rumah Bambu

Bambu adalah bahan bangunan yang dapat diperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Dari sekitar 1.250 jenis bambu di dunia, 140 jenis atau 11% nya adalah spesies asli Indonesia. di Indonesia sudah lama memanfaatkan bambu untuk bangunan rumah, perabotan, alat pertanian, kerajinan, alat musik, dan makanan. Namun, bambu belum menjadi prioritas pengembangan dan masih dilihat sebagai "bahan milik kaum miskin yang cepat rusak"..

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

dunia ini bagai selembar kertas putih, memerlukan warna-warni yang indah.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 13 September 2010

Rumah Pohon


Semangat go green tengah dikumandangkan di seluruh penjuru dunia. Tak hanya membangkitkan kesadaran untuk lebih mencintai alam, tapi juga sampai ke gaya hidup. Termasuk pemilihan materi kayu untuk tempat tinggal agar lebih menyatu dengan alam.

Kini, setiap manusia harus menjadi bagian dari program "go green". Mulai dari isu yang global hingga ke hal yang paling dekat dengan kehidupan kita, sebut saja rumah. Material dan konsep yang kini mulai banyak dilirik dalam pembuatan rumah cenderung disesuaikan dengan tema go green atau semangat back to nature. Konsep rumah ini lalu dikenal dengan sebutan rumah ramah lingkungan.

Lantai, tiang-tiang penyangga, atap, pintu dan jendela, kisi-kisi rumah, furnitur, sampai pada hal yang sangat detail, bisa dibuat dengan semangat ini. Antara lain sejumlah ornamen pendukung di taman pada bagian depan atau belakang rumah, yang semuanya mulai banyak menggunakan material yang ramah lingkungan.

Lalu, apa sih sebenarnya efek dari pemilihan sejumlah material back to nature ini terhadap suasana rumah? Sudah barang tentu, kayu dapat memberi kesan hangat, membangun suasana alami, serta ramah lingkungan. Sehingga tak heran bila kini semakin banyak orang beralih dari konsep rumah minimalis ke konsep green house agar dapat sekaligus berpartisipasi dalam program go green.

Selain memanfaatkan material kayu di dalam bangunan rumah utama, sebenarnya ada cara lain untuk membangun semangat go green, terutama bila kondisi rumah sudah permanen dan sulit untuk diubah ke gaya rumah hijau. Salah satu caranya, dengan membuat rumah pohon atau gazebo di halaman rumah.

Bagaimana dengan rumah pohon? Ya, semua anak pasti pernah bermimpi memiliki ‘rumah pohon'. Andai saja punya rumah di atas pohon, betapa menyenangkan, bukan? Si Kecil bisa berpetualang, memanjat pohon dan menikmati pemandangan dari atas sana. Meski ruang di dalamnya cenderung tak terlalu luas, namun pengalaman berada di dalamnya pasti akan memiliki kesan tersendiri buat Si Kecil.

Banyak sekali ragam desain rumah pohon, dan bahan yang digunakan tentu saja kayu. Salah satunya adalah rumah pohon yang terbuat dari bahan kayu dolken yang dikombinasi tripleks dan atap rumbia. Menurut Yanto, desainer rumah pohon dari Soda Design Communication, kayu yang digunakan untuk dinding rumah pohon sebaiknya dipilih yang masih bertekstur alami.


"Tekstur alami kayu akan membuat rumah pohon menyatu dengan pohon utamanya. Rumah pohon memang sebaiknya dibuat di atas pohon berbatang besar yang kuat dan berada di halaman yang cukup luas. Tapi, sekarang banyak orang punya halaman luas, tapi enggak punya pohon. Akhirnya banyak yang bikin rumah kayu disangga kayu, seperti rumah panggung kecil sebagai pengganti pohon," papar Yanto.

Ukuran rumah pohon bervariasi, disesuaikan diameter pohon penyangganya. Pada salah satu rumah pohon yang dibuat Soda Design, ukurannya sekitar 2m X 2,8m, tinggi bangunan sekitar 4 meter, dan tinggi dari atas tanah sekitar 2 meter. Uniknya, rumah pohon ini seolah menyender ke dinding. Ini dikarenakan pohon penyangganya berada dekat dinding halaman belakang rumah.

Agar tampak makin natural, pohon ini juga menjadi bagian dari rumah pohon, dengan batang yang masuk sebagian ke dalam rumah. Atapnya dari rumbia yang dipilin amat kuat sehingga tak tembus air. Model rumah pohon ini dibuat menyerupai balkon. Tanpa dinding disetiap sisinya, hanya pagar pembatas saja.

"Rumah pohon ini lebih berfungsi sebagai tempat untuk bersantai saja, bukan ruang yang dapat ditinggali. Agar lebih nyaman, beri karpet dan bantal besar yang empuk," saran Yanto seraya menjelaskan, harga pembuatan rumah pohon sekitar Rp 2 - 2,5 juta/ m2.

Namun, dalam pembuatan rumah pohon - yang lebih banyak „dihuni" anak-anak - sebaiknya memperhatikan beberapa hal. Idealnya, ketinggian rumah pohon dari atas tanah tak lebih dari 2 meter, agar tak membahayakan anak-anak yang kerap naik turun menyambanginya. Pondasi baja dapat dipilih agar kondisi rumah pohon lebih kuat. Tentu saja ini demi keselamatan dan keamanan Si Kecil yang senang berimajinasi di rumah mungilnya.

Desain dan finishing-nya dapat dibuat lebih atraktif tapi tetap aman buat anak. Untuk lebih memenuhi jiwa petualang Si Kecil, tangganya dapat dibuat dari tali tambang, atau ‘fireman's pole' untuk turun naik lebih cepat. Tambahkan pula perosotan dan ayunan dibawahnya, pasti seru! Anak-anak jadi lebih dekat dengan alam, sekaligus berolah raga di alam terbuka.

Sabtu, 11 September 2010

Arsitek Pertama di Indonesia



Dalam sejarah kita, arsitek pertama Indonesia adalah Aboekasan Atmodirono (1860-1920). Ia lulus Sekolah Teknik Menengah Jurusan Bangunan (Middelbare Technische School) yang berhasil mencapai jenjang opzichter. Setelah naik pangkat, ia dikenal sebagai de eerste inlandse architect (arsitek pribumi pertama) dan bekerja di Departement van Burgerlijke Openbare Werken (Departemen Pekerjaan Umum). Ia hadir di Kongres I Boedi Oetomo dan masuk dalam daftar calon ketua. Ketika pemerintah Hindia Belanda membentuk Dewan Rakyat (volksraad) di tahun 1918, ia ditunjuk duduk di parlemen sebagai tokoh Boedi Oetomo yang juga mewakili Perhimpunan Pamong Praja Pribumi “Mangoenhardjo”.

Ketika kesempatan sekolah ke luar negeri terbuka bagi kaum bumiputera, Notodiningrat masuk sekolah tinggi teknik di Delft dan lulus sebagai insinyur sipil pertama Indonesia di tahun 1916. Ia juga dikenal sebagai salah seorang pendiri Indische Vereniging (Perhimpunan Hindia, cikal bakal Perhinpunan Indonesia). Insinyur sipil pada masa itu mampu menangani pekerjaan perencanaan dan pengawasan di bidang bangunan gedung, irigasi dan jalan raya. Karirnya dijalani di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Setelah masa kemerdekaan, Prof. Ir. Wreksodiningrat (alias Notodiningrat) ikut mendirikan Fakultas Teknik UGM dan menjadi Dekan (1947-1951).

Usai PD I, muncul tokoh nasional yang mengawali karirnya sebagai arsitek, yaitu Abikoesno Tjokrosujoso. Setelah lulus dari Koningin Emma School di Surabaya pada tahun 1917, ia secara otodidak meniti karir di bidang konstruksi. Belakangan ia dapat mengikuti ujian arsitek dan lulus di tahun 1921 (sumber lain mengatakan 1923 atau 1925). Disamping aktif di dunia politik (adik HOS Tjokroaminoto yang kemudian memimpin PSII) ia juga memiliki usaha aannemer dan pernah pula bekerja sebagai asisten bersama Moh. Soesilo (perencana kota Kebayoran Baru) di biro milik Thomas Karsten di Semarang. Setelah Indonesia merdeka, ia ditunjuk menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perhubungan RI yang pertama.

Di tahun 1920 Technische Hoogeschool di Bandung mulai beroperasi. Empat orang bumiputera pertama yang lulus dari sekolah itu (1926) adalah Anwari, Ondang, Soekarno dan Soetedjo. Soekarno, Proklamator dan Presiden RI I, menyebut dirinya insinyur-arsitek. Di awal karirnya, ia mendirikan biro insinyur pertama bumiputera bersama Anwari. Belakangan ia juga mendirikan biro insinyur bersama Rooseno. Pekerjaannya meliputi perencanaan dan sekaligus juga membangun rumah tinggal, pertokoan dsb. sebagai arsitek pemborong (aannemer).

Di era kemerdekaan, pekerjaan arsitek masih dilahirkan dari insinyur sipil lulusan TH Bandung (sekarang ITB), disamping para tenaga trampil yang menyebutkan dirinya arsitek (tingkat teratas dari seorang opzichter atau pengawas, antara lain dapat disebutkan nama Silaban dan Soedarsono). Untuk memenuhi kebutuhan sesuai tuntutan jaman, maka baru di tahun 1950 dibentuk jurusan arsitektur agar segera lahir lulusan sarjana arsitektur Indonesia yang khusus menangani bangunan gedung. Pada tahun 1958 jurusan tersebut berhasil meluluskan 16 sarjana arsitektur pertama.

Pembangunan yang pesat di akhir tahun 1950-an telah mendorong kesadaran dari para arsitek dan sarjana arsitektur lulusan pertama untuk membanguna tatanan baru dunia konstruksi di Indonesia. Tiga arsitek senior, yaitu Ars. Moh. Soesilo, Ars. Silaban, dan Ars. Liem Bwan Tjie, bersama 17 sarjana arsitektur angkatan pertama yang dimotori oleh Ir. Soehartono Soesilo (putra Ars. Moh. Soesilo) bersepakat mendirikan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) pada tanggal 17 September 195

Rabu, 01 September 2010

Mengecat Rumah


Lebaran sebentar lagi, sudah menjadi kebiasaan apabila lebaran tiba maka kegiatan bersih-bersih rumah akan menjadi salah satu agendanya. Bukan hanya bersih-bersih kotoran atau merapikan perabot rumah, terkadang diperlukan cat rumah yang baru untuk memberikan kesan bersih dan memberikan susana baru dalam menyambut lebaran. Namun terkadang-kadang pekerjaan mengecat ini susah-susah gampang sehingga memerlukan sedikit pengetahuan untuk mengerjakannya, terlebih apabila ingin dikerjakan sendiri tanpa bantuan tukang cat yang berpengalaman. Itung-itung olah raga sekaligus menghemat biaya, kan lumayan untuk nambahin beli kue lebaran.
Untuk itu mari perhatikan hal-hal berikut, supaya proyek pengecatan rumah menjelang lebaran dapat berjalan baik dan hasilnya memuaskan.
Yuk ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Bersihkan seluruh permukaan yang akan dicat dari kotoran dan kelembaban;
2. Kerik seluruh bekas cat lama serata dan sebersih mungkin;
3. Jauhkan atau tutupi barang-barang yang mungkin akan terkena noda. Tutupi lantai atau dinding yang akan dicat berbeda;
4. Siapkan dan gunakan pelindung mata, pakaian khusus dan sarung tangan;
5. Siapkan cat dalam jumlah cukup dan segala perlengkapannya.

Anda sudah siap mengecat. Berikut tips-tipsnya:
1. Cat bagian langit-langit lebih dulu;
2. Gunakan roller untuk mengecat permukaan yang luas dengan cepat. Lalu gunakan kuas untuk mengecat sisa permukaan lainnya yang tak terjangkau roller;
3. Bila hasilnya dirasa masih kurang, ulangi proses sekali lagi;
4. Segera bersihkan cipratan cat yang mengenai lantai atau perabotan dengan lap basah;
5. Tutup kaleng cat rapat-rapat setelah selesai agar warna tetap dan tidak berubah serta tidak mengering;
6. Cuci kulit yang terkena cat atau pembersih kulit yang aman;
7. Jangan berada di ruangan yang baru dicat terlalu lama, lebih baik keluar dan tunggu sampai bau cat hilang.

Nah, Happy Painting, selamat mengecat!

Sabtu, 28 Agustus 2010

Masjid Sultan Suriansyah, Kalimantan Selatan


Masjid Sultan Suriansyah atau Masjid Kuin adalah sebuah masjid bersejarah yang merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. Masjid ini dibangun di masa pemerintahan Sultan Suriansyah (1526-1550), raja Banjar pertama yang memeluk agamaIslam.[1] Masjid Kuin merupakan salah satu dari tiga masjid tertua yang ada di kota Banjarmasin pada masa Mufti Jamaluddin (Mufti Banjarmasin), masjid yang lainnya adalah Masjid Besar (Masjid Jami) dan Masjid Basirih.[2] Masjid ini terletak di Kelurahan Kuin Utara, Banjarmasin Utara, Banjarmasin, kawasan yang dikenal sebagai Banjar Lama merupakan situs ibukota Kesultanan Banjaryang pertama kali. Masjid ini letaknya berdekatan dengan komplek makam Sultan Suriansyah dan di seberangnya terdapat sungai kuin.

Bentuk arsitektur dengan konstruksi panggung dan beratap tumpang, merupakan masjid bergaya tradisional Banjar. Masjid bergaya tradisional Banjar pada bagian mihrabnya memiliki atap sendiri terpisah dengan bangunan induk. Masjid ini didirikan di tepi sungai Kuin.

Kekunoan masjid ini dapat dilihat pada 2 buah inskripsi yang tertulis pada bidang berbentuk segi delapan berukuran 50 cm x 50 cm yakni pada dua daun pintu Lawang Agung. Pada daun pintu sebelah kanan terdapat 5 baris inskripsi Arab-Melayu berbunyi : " Ba'da hijratun Nabi Shalallahu 'alahihi wassalam sunnah 1159 pada Tahun Wawu ngaran Sultan Tamjidillah Kerajaan dalam Negeri Banjar dalam tanah tinggalan Yang mulia." Sedangkan pada daun pintu sebelah kiri terdapat 5 baris inskripsi Arab-Melayu berbunyi: "KiaiDamang Astungkara mendirikan wakaf Lawang Agung Masjid di Nagri Banjar Darussalam pada hari Isnain pada sapuluh hari bulan Sya'ban tatkala itu (tidak terbaca)" . Kedua inskripsi ini menunjukkan pada hari Senin tanghgal 10 Sya'ban 1159 telah berlangsung pembuatan Lawang Agung (renovasi masjid) oleh Kiai Demang Astungkara pada masa pemerintahan Sultan Tamjidillah I (1734-1759).

Pada mimbar yang terbuat dari kayu ulin terdapat pelengkung mimbar dengan kaligrafi berbunyi "Allah Muhammadarasulullah". Pada bagian kanan atas terdapat tulisan "Krono Legi : Hijrah 1296 bulan Rajab hari Selasa tanggal 17", sedang pada bagian kiri terdapat tulisan : "Allah subhanu wal hamdi al-Haj Muhammad Ali al-Najri".

Pola ruang pada Masjid Sultan Suriansyah merupakan pola ruang dari arsitektur Masjid Agung Demak yang dibawa bersamaan dengan masuknya agama Islam ke daerah ini oleh Khatib Dayan. Arsitektur mesjid Agung Demak sendiri dipengaruhi oleh arsitektur Jawa Kuno pada masa kerajaan Hindu. Identifikasi pengaruh arsitektur tersebut tampil pada tiga aspek pokok dari arsitektur Jawa Hindu yang dipenuhi oleh masjid tersebut. Tiga aspek tersebut : atap meru, ruang keramat (cella) dan tiang guru yang melingkupi ruang cella. Meru merupakan ciri khas atap bangunan suci di Jawa dan Bali. Bentuk atap yang bertingkat dan mengecil ke atas merupakan lambang vertikalitas dan orientasi kekuasaan ke atas. Bangunan yang dianggap paling suci dan dan penting memiliki tingkat atap paling banyak dan paling tinggi. Ciri atap meru tampak pada Masjid Sultan Suriansyah yang memiliki atap bertingkat sebagai bangunan terpenting di daerah tersebut. Bentuk atap yang besar dan dominan, memberikan kesan ruang dibawahnya merupakan ruang suci (keramat) yang biasa disebut cella. Tiang guru adalah tiang-tiang yang melingkupi ruang cella (ruang keramat). Ruang cella yang dilingkupi tiang-tiang guru terdapat di depan ruang mihrab, yang berarti secara kosmologi cella lebih penting dari mihrab.

F. Silaban



Arsitek yang lengkapnya bernama Friedrich Silaban Ompu Ni Maya lahir pada tanggal 16 Desember 1912 di Bondolok Tapanuli, Sumatera Utara. F. Silaban merupakan putera kelima dari pasangan yang bernama Boru Simamora dan Sintua Djonas Silaban. Pada tanggal 18 Oktober 1946 F. Silaban menikah dengan Letty Kievits dan dikaruniai 10 (sepuluh) orang anak, dua perempuan dan delapan laki-laki. Salah seorang anaknya mengikuti jejak sang ayah sebagai Arsitek.
Beliau adalah Ir. Panogu Silaban lulusan Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Bandung.Setelah menyelesaikan pendidikan formal di H.I.S. Narumonda, Tapanuli tahun 1927, Koningen Wilhelmina School (K.W.S.) di Jakarta pada tahun 1931, dan Academic van Bouwkunst Amsterdam, Belanda pada tahun 1950, Beliau kemudian bekerja menjadi pegawai Kotapraja Batavia, Opster Zeni AD Belanda, Kepala Zenie di Pontianak Kalimantan Barat (1937) dan sebagai Kepala DPU Kotapraja Bogor hingga 1965.

Dari sejumlah karya tercatat beberapa hasil rancangannya antara lain Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Bogor, Kantor Perikanan Darat Sempur, Kota Bogor, Rumah Dinas Walikota Bogor (1935), Bank Indonesia, Jalan Thamrin Jakarta, Bank Indonesia, BLLD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Bank Negara 1946, Masjid Istiqlal Jakarta, Flat BLLD, Bank Indonesia Jalan Budi Kemuliaan Jakarta, Gedung Bank Negara Indonesia 46 di Surabaya, Gedung Bank Indonesia di Surabaya, Markas Besar Angkatan Udara (MBAU) Pancoran Jakarta, Gedung Pola Jakarta Hotel Banteng, yang kemudian menjadi Hotel Borobudur. Selain itu beberapa karya lainnya adalah rumah tinggal dan monumen–monumen, antara lain Monumen Nasional Pembebasan Irian Barat Lapangan Banteng Jakarta, Tugu Selamat Datang Bunderan HI Jakarta, Taman Makam Pahlawan Kalibata (peresmian 10 Nopember 1954) dan Makam Raden Saleh Bondongan Bogor.

Karya-karyanya itulah yang membuatnya mendapat berbagai penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Penghargaan dimaksud antara lain berupa tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan yang disematkan oleh Presiden Sukarno pada tahun 1962. Penghargaan Honorary Citizen (warga negara kehormatan) dari New Orleans, Amerika Serikat. Di samping itu Qubah Mesjid Istiqlal telah diakui Universitas Darmstadt, Jerman Barat sebagai hak ciptanya, sehingga disebut sebagai "Silaban Dom", atau qubah Silaban. Bangunan yang masih berdiri kokoh karya dari arsitek Silaban di Kota Bogor antara lain Rumah Dinas Walikota Bogor, dan di Jakarta yaitu Masjid Istiqlal.

Ide dan karya beliau sebagian muncul antara tahun 1950–1960. Pada saat itu F. Silaban sangat dekat dengan sosok Presiden Soekarno, bahkan sering mendukung ide–ide yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno termasuk ide-ide tentang arsitektur dan produknya. Hal ini dapat dilihat pada saat Presiden Soekarno mencetuskan ide adanya Nation Building yang merupakan paham tentang bangunan yang mampu mencerminkan dan membangkitkan kebanggan nasional, sehingga bangunan–bangunan yang tercetus berskala raksasa, megah dah heroik.
Sumber: dari berbagai sumber

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More