Desain Rumah Bambu
Bambu adalah bahan bangunan yang dapat diperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Dari sekitar 1.250 jenis bambu di dunia, 140 jenis atau 11% nya adalah spesies asli Indonesia. di Indonesia sudah lama memanfaatkan bambu untuk bangunan rumah, perabotan, alat pertanian, kerajinan, alat musik, dan makanan. Namun, bambu belum menjadi prioritas pengembangan dan masih dilihat sebagai "bahan milik kaum miskin yang cepat rusak"..
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 4 title
dunia ini bagai selembar kertas putih, memerlukan warna-warni yang indah.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Sabtu, 19 Maret 2011
Taman Diatas Atap ( Roof Garden )
Rabu, 16 Maret 2011
Aglaonema, Sri Rejeki
Jumat, 11 Maret 2011
Patio, Taman Di Dalam Rumah
1. Patio dapat ditata menjadi taman yang dipenuhi tanaman, atau menjadi taman kering dengan batu-batuan sebagai elemen pengisinya.
2. Pilih tanaman yang tidak membutuhkan terlalu banyak sinar matahari dan mudah perawatan. Misalnya anthurium, palem, pandan bali,dll.
3. Beberapa tanaman dalam pot yang disusun sedemikian rupa berdasarkan komposisi dan peletakan yang tepat, bisa jadi pilihan pengisi patio
4. Selain ditanami tumbuh-tumbuhan, patio juga dapat dihiasi berbagai macam batu alam seperti batu paras,koral dan batu candi.
5. Untuk menciptakan kesegaran dan kesejukan, tambahkan elemen air berupa kolam dan pancuran.
6. Bila memang tidak memungkinkan menanam tanaman hidup di patio, bisa diletakkan tanaman artificial
7. Agar rumah tetap mendapat pencahayaan yang baik namun tidak terkena hujan, beri tudung atap yang terbuat dari bahan transparan atau genteng kaca.
8. Bisa juga dengan membiarkan atap terbuka namun dipasangi teralis yang permanent atau dibuka tutup dengan engsel. Lapisi lagi dengan kawat nyamuk untuk mencegah masuknya nyamuk sekaligus memecah curahan air hujan.
Selasa, 30 Maret 2010
Hardscape
Selain rumput dan pepohonan di halaman rumah Anda tentu juga ada teras, carport, jalan setapak menuju bangunan, atau kolam. Bagian-bagian tersebut dalam penataan lansekap disebut hardscape. Elemen hardscape seringkali lebih bersifat fungsional, seperti misalnya carport untuk memarkir kendaraan, jalan setapak untuk menghubungkan gerbang dengan bangunan dan jalur sirkulasi perawatan taman, atau teras dan patio sebagai ruang penerimaan dan berkumpul.
Walaupun bersifat fungsional, bukan berarti hardscape tidak dapat dibuat indah, bahkan hardscape sebenarnya merupakan bagian dari penataan lansekap dan harus dirancang menjadi satu kesatuan dengan elemen tumbuh-tumbuhan. Salah satu cara mengolah dan mengintegrasikan hardscape ke dalam penataan lansekap adalah dengan memilih bahan yang sesuai dengan konsep taman Anda. Beberapa yang dapat digunakan untuk hardscape adalah:
1. Beton
Beton cocok untuk semua gaya lansekap. Selain kuat dan tahan lama, beton juga fleksibel dapat dibuat menjadi berbagai bentuk dan digunakan untuk carport, teras, pijakan setapak, ataupun patio. Beton dapat dibeli dalam bentuk panel-panel dalam berbagai macam ukuran, ataupun dibuat langsung di halaman Anda. Beton juga dapat dikombinasikan dengan kerikil atau batu-batu alam kecil untuk menciptakan tekstur yang berbeda.
2. Keramik
Keramik yang digunakan untuk taman adalah kramik khusus outdoor yang permukaannya tidak berglasur. Seperti halnya beton, keramik juga cocok untuk hampir semua elemen hardscape. Keramik dapat disusun untuk membentuk berbagai macam pola lantai pada taman Anda, atau dikombinaskan dengan beton ataupun bebatuan.
3. Batu Alam
Batu alam lebih sering digunakan sebagai jalan setapak. Batu-batu alam besar dapat disusun seperti pijakan kaki membentuk pola tertentu di bidang berumput sebagai petunjuk arah langkah. Karena batu alam dijual dalam bentuk tidak beraturan, maka pilihlan ukuran dan bentuk alam yang Anda inginkan, juga potong dan rapikan dahulu sebelum dipasang.
4. Dak kayu
Kehadiran dak kayu di halaman dapat menimbulkan kesan yang lebih lembut dan hangat daripada beton ataupun keramik. Dak kayu biasanya digunakan untuk patio dan pool deck sebagai tempat untuk bersantai dan berkumpul.
Elemen hardscape juga dapat diperlembut dengan penambahan tanaman dalam pot, atau dengan pemasangan kanopi atau pergola. Apapun bahan hardscape yang dipilih pastikan bahan tersebut tidak licin agar tidak menggangu aktivitas di atasnya.
Dirangkum dan dikembangkan dari:
-Seri Rumah Ide: Simple Garden
-IDEA Inspirasi Desain: 37 gaya unik & cantik ruang luar
Pagar : Pembatas dan pelindung nan asri

Fungsi pagar yang paling utama adalah untuk membatasi dan melindungi daerah lahan yang menjadi properti Anda. Karena fungsinya yang melindungi, seringkali pagar dibangun sangat tinggi dan tebal membentengi properti, bahkan sengaja dibuat untuk menciptakan kesan keras, kaku, dan memusuhi lingkungannya. Padahal idealnya tinggi dan tebal pagar dirancang proporsional, sebanding dengan panjang dan lebar lahan, tinggi bangunan, dan jarak pagar ke bangunan.
Tidak dapat dipungkiri, di beberapa daerah di Indonesia jenis pagar yang tinggi dan membentengi masih menjadi pilihan yang tidak dapat dihindari karena faktor keamanan. Namun sekarang sudah banyak juga daerah yang bisa mengakomodasi pagar rendah dengan keberadaan portal, sistem one gate entry and out, ataupun pos satpam. Bahkan sekarang di perumahan tertentu ada peraturan yang mewajibkan penghuninya untuk menggunakan pagar yang rendah atau tanpa pagar untuk membuka kontak visual ke bangunan dan menciptakan kesan lapang.
Untuk menjaga kesatuan desain pagar dengan desain bangunan, pemilihan bahan pagar juga harus disesuaikan dengan bentuk dan bahan fasade bangunan. Pemilihan bahan pagar yang tepat selain mempengaruhi bentuk pagar juga dapat “mengoreksi” proporsi pagar, menciptakan kesan lebih pendek atau lebih tinggi, juga mengatur kontak visual ke bangunan dan lingkungan sekitarnya. Beberapa jenis bahan pagar yang umum digunakan adalah:
1. Logam
Pagar dari berbagai jenis logam seperti stainless steel, besi tempa, atau baja banyak digunakan karena selain kuat, bahan ini juga mudah dibentuk dan diberi finishing mengikuti gaya arsitektur bangunan. Pagar logam dapat berbentuk jalusi untuk memberi kontak visual, masif untuk memberi kesan kokoh, ataupun lembaran-lembaran berlubang untuk kesan minimalis.
2. Kayu
Pagar kayu dapat dipakai untuk menciptakan kesan hangat dan ramah. Pagar kayu dapat dibuat dalam bentuk lembaran papan, jalusi, atau bahkan lingkaran sesuai dengan bentuk penampangnya dan semuanya dapat disusun dalam berbagai macam konfigurasi vertikal, horizontal, ataupun seperti mozaic. Karena pagar adalah bagian rumah yang banyak terekspos cuaca, maka bahan kayu yang dipakai untuk pagar pun harus kayu yang kuat seperti kayu jati, atau kayu merbau dan diberi perawatan anti rayap.
3. Beton
Pagar beton sangat kokoh dan awet, kesan yang ditimbulkannya pun solid dan tertutup sehingga lebih cocok digunakan pada bangunan berhalaman luas agak tidak berkesan sumpek. Untuk memperlembut tampilannya, pagar beton dapat diberi finishing susunan bebatuan alam seperti batu apung, atau batu candi, juga sentuhan tanaman untuk menambah kesan organik.
4. Bambu
Untuk kesan vernakular atau tradisional, bambu dapat digunakan sebagai bahan pagar, baik sebagai material utama ataupun sekadar aksen. Batang bambu dapat digunakan secara utuh atau dipotong menjadi bilah-bilah bambu untuk membentuk bidang pagar. Untuk menjaga kekuatannya gunakan teknik sambungan yang benar dan hindari penggunaan paku untuk mencegah kerusakan serat bambu.
5. Tanaman
Pagar tanaman dapat dibentuk masif dan tebal menyerupai pagar tembok dari deretan semak untuk melindungi halaman Anda ataupun lembut dan mengalir dengan deretan tanaman pandan-pandanan ataupun bunga-bungaan untuk sekadar memberikan batasan wilayah.
Untuk sentuhan akhir yang lebih manis atau bahkan dramatis, berbagai aksesoris seperti lampu, kotak surat, ataupun nomor rumah dapat dipakai untuk melengkapi tampilan pagar Anda.
Dirangkum dan dikembangkan dari:
- seri rumah ide: pagar
Sabtu, 27 Maret 2010
Kombinasi Semen Ekspos dan Tanaman

Foto: Martin (kiri) & Rumah Arsitek Wiyoga Nurdiansyah (kanan)
Author: Dyah Sunthy Satiti Wikan (Writer & Reporter - Laras Magazine)
INTRO : Menciptakan tampilah visual yang fresh dalam desain rumah adalah salah satu langkah mewujudkan rumah ideal.
Setiap orang memiliki criteria yang beragam mengenai rumah idealnya, tetapi semua criteria tersebut bertujuan menghadirkan kesejukan, kenyamanan, dan perlindungan bagi pemilik rumah. Perasaan itulah yang lebih dikenal dengan feeling at home, sekaligus menjadi acuan bagi setiap individu beradaptasi dan mengenali kondisi ideal yang sesuai dengan karakternya.
FRESH LOOK. Manusia modern yang selalu disibukkan dengan aktivitas seharian dan kondisi lingkungan yang penuh polusi membutuhkan rumah sebagai tempat bersantai untuk menyegarkan tubuh dan pikiran. Desain kemudian dituntut untuk menghasilkan tampilan yang fresh dengan suasana yang lebih santai.
Disinilah dinding semen kembali menunjukkan potensinya. Warna abu-abu dan ekspresi raw yang terlihat netral ternyata mampu menjadi salah satu komponen desain yang menciptakan tampilan fresh. Baik di interior maupun di eksterior, kehadiran dinding semen menguatkan kesan fresh yang didapatkan dari kehadiran tanaman. Bentuk-bentuk daun dan warna kehijauan yang beragam ternyata menjadi semakin menonjol dan kuat bila diletakkan di depan dinding semen ekspos.
Menciptakan tampilan fresh pada setiap bagian rumah tidak hanya dengan memanfaatkan tanaman berdaun hijau saja. Tanaman dengan beragam warna lainnya merah, kuning, atau mix dan tanaman berbunga juga mampu menciptakan sebuah ekspresi visual yang unik ketika dikombinasikan dengan permukaan semen ekspos.
Dengan menghadirkan dinding semen ekspos, tampilan desain yang fresh begitu mudah diwujudkan. Karakter semen yang fleksibel menjadikan material ini mampu menyesuaikan tuntutan desain. Dengan formula kombinasi dinding semen dan tanaman, desain tetap memiliki ruang untuk menghadirkan impresi feminine atau maskulin. Dalam hal ini, pemilihan jenis tekstur dinding semen, jenis tanaman, dan bentuk-bentuk yang membentuk desain tersebut menjadi aspek penentu.
MENGAPA SEMEN EKSPOS. Menghasilkan kesan fresh look memang bisa dilakukan dengan mengaplikasikan beragam jenis material. Namun, semen memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan material lain. Salah satunya adalah fleksibilitas material semen yang membuat segala aplikasi menjadi begitu praktis dan mudah. Kesan netral yang didapatkan oleh semen ekspos sekaligus juga mengadopsi ekspresi alam, sehingga ketika dipertemukan dengan hijau daun pepohonan, nuansa alam inilah yang menghasilkan sensasi fresh.
Di sisi lain, semen ekspos terbukti sangat ekonomis. Dengan harga yang tidak mahal, permukaan semen ekspos memiliki banyak potensi. Oleh karena itu, memilih semen ekspos menjadi ekspresi material dalam desain adalah pilihan yang bijak. Keunggulan lain terletak pada kemampuan semen ekspos untuk tampil elegan dan atraktif dalam komposisi desain. Tampilah fresh yang dihasilkan juga tidak bisa dicapai oleh material yang jauh lebih mahal.
Dengan desain yang menampilkan ekspresi fresh di ruang-ruangnya, rumah ideal bisa diwujudkan dan mampu memberikan sensasi feeling at home yang diharapkan. Semuanya menjadi praktis dan mudah sehingga kenyamanan ideal pun bukan menjadi impian yang sulit diwujudkan. Memanfaatkan semen ekspos dan mengombinasikannya dengan beragam warna tanaman adalah formula untuk menghasilkan kualitas visual yang nyaman. Menghadirkan fresh look menjadi sangat mudah dan praktis. (SUN)