Follow This Blog

Selasa, 13 April 2010

Harmonisasi warna, Garis dan Bidang pada karya-karya De Stijl




































Spirit seni dengan nilai universal, adalah pemikiran baru yang dilontarkan oleh De Stijl. Nilai- nilai individual di masa lalu, diganti dengan nilai- nilai yang bersifat universal.


Spirit De Stijl – De Stijl adalah sebuah kelompok seni di awal abad ke-20. Bagi mereka, kehancuran dan kerusakan yang diakibatkan oleh Perang Dunia I dan dominasi industrialisasi yang indentik dengan ketepatan merupakan titik awal menuju jaman baru dengan spirit seni yang baru pula. Pelukis Theo van Doesburg dan Piet Mondrian sebagai tokoh gerakan ini, menerbitkan sebuah majalah yang bernama De Stijl (The Style) di tahun 1917 di Leiden. Melalui majalah ini, mereka mempublikasikan pemikiran seni mereka untuk abad baru yaitu Abad Mesin.
Bagi De Stijl, komposisi abstraklah yang dapat memenuhi nilai universal. Secara visual, segala sesutu diekspresikan dalam elemen bentuk yang paling dasar yaitu warna, garis, bidang bertikal dan horizontal. Yang unik, De Stijl hanya menggunakan warna murni, yaitu merah, kuning, dan biru. Sedangkan warna hitam, putih dan abu-abu digunakan sebagai warna kontras. Komposisi abstrak warna, garis, dan bidang yang menjadi karakter dari De Stijl, baik dalam bentuk lukisan, furnitur maupun arsitektur.
Seni Lukis Abstrak De Stijl - Mengingat spirit ini dipelopori oleh pelukis, tidaklah mengherankan pada awal eksistensinya spirit seni baru De Stijl diwujudkan dalam bentuk lukisan sang tokoh, Theo van Doesburg dan Piet Mondrian. Contohnya,dalam lukisannya, Theo van Doesburg mengabstrasikan irama dinamis dari sebuah tarin dalam komposisi garis- garis vertikal dan horizontal.
De Stijl dan Furnitur – Seiring dengan perjalanan waktu, sprit De Stijl semakin mengilhami jiwa seni para seniman lainnya yang tergabung di dalamnya. Adalah Gerit Rietveld yang menerapkan spirit De Stijl dalam furniture. Beberapa karyanya dalah Red Blue Chair (1923) dan Berlin Chair (1923). Komposisi furnitur- furnitur ini memberi kesan ringan.
De Stijl dan Arsitektur - Dalam bidang arsitektur, Schroder house di Utrecht karya Gerit Rietveld dan Cafe de Unie di Rotterdam karya JJP. Oud merupakan realisasi spirit De Stijl dalam arsitektur yang sangat menarik. Keduanya bagaikan lukisan abstrak De Stijl yang direalisasikan dalam bentuk bangunan, yang merupakan komposisi bidang, garis dan warna.

Jejak Pengaruh De Stijl – Wafatnya sang tokoh, Theo van Doesburg di tahun 1931, tidak membuat pengaruh De Stijl menghilang. Hasil kunjugan dan pameran ke beberapa negara di Eropa membawa hasil. Salah satu contoh jejak pengaruhnya ada pada Bauhaus, sebuah sekolah desain yang paling terkenal di abad ke 20. Sekolah yang didirikan pada tahun 1906 ini juga berkeinginan menandai jaman baru dengan spirit yang baru pula. Ketika sekolah ini ditutup oleh NAZI pada tahun 1933, para tokoh Bauhaus pergi ke Amerika. Ada yang menjadi pendidik dan ada juga yang menjadi arsitek. Hal ini secara tidak langsung membuat spirit De Stijl berakumulasi dengan pemikiran- pemikiran tokoh Bauhaus. Dan menjadi inspirasi dalam pencarian arsitektur baru pada jaman baru.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More